Namaku Kido (samaran). Kejadian ini terjadi ketika aku masih kuliah di luar negeri. Aku mempunyai banyak teman orang Indonesia dan ada yang sudah tinggal menjadi warga negara di negara asing tersebut. Dia mempunyai mama yang sangat seksi dan sangat menggairahkan, bernama Sandra.
Pada suatu siang hari, aku bermain ke rumah temenku tersebut. Ketika aku bel, ternyata seorang wanita yang membukakan pintu dan dia adalah Tante Sandra.
"oohh Kido... ayo masuk..." Kemudian aku bertanya, "Pada nggak ada di rumah ya Tante?" Aku juga menanyakan apakah temanku ada di rumah atau tidak. Tante Sandra menjawab, " iya, semua laig pada keluar... .Tante sendirian, untuk kamu datang jadi tante ada teman ngobrol..."
Tante Sandra memakai celana senam yang ketat dan kaos Tshirt yang tidak terlalu ketat. Sudah lama aku membayangkan tubuh Tante Sandra dan tidak jarang aku mengocok jalantolku sambil membayangkan ML dengan Tante Sandra.
Di hari itu, aku terpana dengan Tante Sandra yang sedang memakai celana senam ketat. Aku selalu memperhatikan dia dan aku rasa dia tahu akan hal itu. Tetapi dia membiarkan hal itu dan sering kali dia menatapku dengan pandangan menggoda... seolah-olah memberikan aku isyarat untuk menggoda dia.
Kami ngrobol di meja makan tanpa ada yang mengganggu dan aku sering melirik ke pahanya yang terbungkus celana senamnya.
Tante Sandra bertanya, "kamu lapar kido?" aku menjawab "iya lumayan, tante"
"Bantuin Tante angetin masakan yuk... terus kita makan bareng" lanjutnya.
Dengan senang hati aku membantu dia.
Pengalaman sexku dengan Tante Sandra diawali dari sini. Tante Sandra sedang memasukan makanan ke dalam oven untuk dipanasi dan kebetulan aku berdiri di belakang dia sambil membawa makanan yang akan dipanasi. Otomatis pantat Tante Sandra menungging kearahku. Aku memperhatikan pantatnya yang selama ini ingin aku remas-remas... pantat yang padat dan tidak kendor sedikitpun. Tante Sandra tahu kalau aku sedang memperhatikan pantatnya dan kemudian dia sengaja mundur sedikit. Dan...
ooohhh... pantatnya menyentuh jalantolku yang sudah agak tegang dari tadi.
Aku sangat menikmati sentuhan pantatnya dan Tante sandra sengaja menggoyangkan pantatnya. Tak lama kemudian dia menjauh sedikit dan otomatis pantatnya lepas dari jalantolku. Aku melihat dia tersenyum kecil sambil mengambil makanan dari tanganku. kemudian dia kembali menungging. Pada saat itu birahiku sudah naik dan aku berpikir kapan lagi.
Perlahan aku pegang pinggulnya dan kusentuhkan jalantolku ke pantatnya, lalu kugoser-goser pelan dan sedikit kutekan. Dia kaget, tapi membiarkan aku melakukan hal itu. Dia bertanya, "apa yang kamu lakukan? aku ini mama temanmu. kok berani sekali kamu?" Meskipun demikian, Tante Sandra masih tidak melepaskan pantatnya yang kutekan dengan jalantolku. Aku bilang,"sudah lama aku ingin melakukan hal ini." Kemudian langsung ku remas susu tante Sandra diluar bajunya sambil kutekan jalantolku ke pantatnya. Tante sandra mendesih, "oohhh.. oohh... kuuuraaang ajaar kamuuu yaa... oohh aaahh..."
Kemudian kuturunkan celana senamnya dan Tante sandra tidak menolak. Kuciumin pantatnya yang padat dan terus menuju selangkangannya. Tante sandra semakin mengerang," aaaahhh... enaaakk iyaaaa... teruuss..."
Celana dalamnya pun aku lepas dengan paksa, sehingga itu menambah sensasiku... aku jilatin vagina Tante Sandra yang ditumbuhi jembut yang lebat. "aaahhhh oohhh kidooo enaakkk iyaaa teruuuss...." sesekali aku jilatin anusnya.
Sambil aku jilatin vaginanya, jariku kumasukan ke dalam vagina dan anusnya bergantian... "oooooooohhh aaaahhhh jaangaann di anuuuss... tolooong jangaan..." tidak aku hiraukan perkataannya. Setelah 10 menit, aku berdiri dan kulepas tshirt Tante Sandra. Susunya yang tidak terlalu besar tapi hot masih tertutup bra, langsung aku lumat "ooooohhh aaah aaaah aaahh iyaaa..." kulepas branya dengan paksa... aku semakin horny...
Tanpa sadar, dari tadi tangan Tante sandra mengocok jalantolku yang sudah tegang. Sekarang di mulai turun, langsung dikulum jalantolku "ooohhh enaaak tanteeee... sudaah lama aku pingin diemut jalantolku sama tanteeee aaahh ooohhhh..." semakin cepat tante sandra mengulum menjilati kepala jalantolku sambil dikocok. Bahkan buahnyapun dijilatin dan dikulum. Setelah 20 menit, aku berdirikan dia.
Kubalikan lagi badan tante Sandra, lalu langsung kumasukkan jalantolku ke vagina tante sandra... " aaahhh pelan-pelaannn sayaaangg... ooohhh iyaaa dissiituuu teruuss..." "bles..." Seret banget vagina Tante Sandra, aku mulai menggenjot Tante sandra "aaaaaaaaaahhhhh iyaaaa oooooooohhh teruuusss kidooo jalantolmu enaaaak bangeeeeeettt ooooohhh..." sambil aku remas susunya... putingnya aku mainin... setelah 10 menit, aku putar badannya langsung kulum bibirnya... lidah kamipun langsung saling berpagutan. kemudian aku jilatin puting susunya bergantian kanan dan kiri... "aaahhh... ooohhh eeehhmm..."
langsung aku tancapkan lagi jalantolku ke vaginanya, sampai jembut kami berdua saling bertemu... "ooohh tanteee enaakkkk.... aaahhh... oohhh... aahahhh oooooooooooooohhhh..." gerakan kamipun semakin cepat...
"kidoooo ayooo teruuss tante mau keluaaaaaarr oohhhh aaaaah aahh aaaah aaaaaaaahhh aaaahh..." aku jawab "iyaaa tanteee aku jua mau keluaaarrrr aahhhh ooooohhh... di daleeemm yaaa tanteee?" langsung Tante sandra menjawab, " jaangaaaann diluar ajaaa... nanttiii aku hamiiiill.. ooohh aaah aaaaaah aaaahhh kontooolmu enaaaaaaak..." Aku tidak mempedulikan omongannya, " Tante ayyooo kita keluarin bareng yaaa..." Tante sandra menjawab, "jaaangaaa didaleeemmm oooohh..." kemudian...
"oohhh ayoo tanteee... aku keluarin didalem ajaaaa... " "jangaaaan...!!" jawabnya. "crot... crooott... croootttttt..." aku semburkan spremaku di dalem vaginanya tante sandra. Diapun juga sudah mengeluarkan cairannya.
Kami saling berpelukan. Dia berkata, "kan sudah tante bilang, jangan didalam vagina tante" aku menjawab " aku sudah lama pingin nggenjot tante dan aku semburin spermaku ke dalem vagina tante, ga pa-pa kan tante?"
"yaaa ga pa-pa siiih... naakaal kamu..."
Setelah itu kami saling berpelukan, mandi bersama... dan hari itu kamu melakukan sex berkali-kali... sampai suami dan temanku datang.
Diluar hari itu, kami sering melakukannya juga... dimana-mana... bahkan di tempat umum...








0 komentar:
Posting Komentar